SIKLUS HIDUP KETAM KELAPA (Birgus latro)



SIKLUS HIDUP KETAM KELAPA (Birgus latro)

Supyan.
SDP. IPB / UNKHAIR Ternate.
2011.

Selama siklus hidupnya Kepiting kelapa memiliki dua habitat yaitu di darat dan laut. Proses kopulasi, masa inkubasi sampai matang telur berlangsung didarat, sedangkan masa penetasan telur sampai telur menjadi burayak hidup sebagai planktonik yang hidup bebas di laut kemudia setelah dewasa kembali ke daratan.

birgus

Fase setelah telur baru menetas disebut fase zoea.  Fase ini biasanya berlangsung sekitar 30 hari yang terdiri dari lima tahap. Tiap-tiap tahap akan mengalami perubahan bentuk dan ukuran.  Tahap zoea pertama berlangsung 5- 6 hari setelah telur mentas dan pergantian ke tahap zoea kedua terjadi pada hari ke empat. Tahap zoea kedua berlangsung sekitar 3 – 15 hari dari kehidupan larva dan selesai dalam waktu 10 hari.  Lamanya tahap zoea ketiga ini umumnya 8-9 hari.  Pergantian ke tahap keempat dimulai pada hari ke 15 dari kehidupan larva sampai kira-kira hari ke 24.  Burayak biasanya mengalami pergantian kulit pada hari ke 18 – 20 dan terjadi sangat aktif. Setelah selesai berganti kulit, Zoea memasuki tahap keempat dan lamanya tahap ini berkisar antara 6 – 12 hari.  Ketika usia sekitar 30 hari, fase Zoea akan segera beralih ke fase pos larva atau “Glaucothoe”.

Fase pos larva merupakan fase terpenting dalam pertumbuhan kepting kelapa.  Pada fase ini, kepiting mengalami perubahan bentuk seperti hewan amphibi dan sudah mulai dapat berenang dengan menggunakan pleopodanya atau bergerak pelan-pelan di daratan.  Setelah tahap ini, kepiting tersebut menggali lubang dan terjadi pergantian kulit  pada hari ke 28. Pada hari ke 36 kepiting ini telah menjadi kepiting muda dan akan memilih cangkang gastropoda yang kosong sebagai tempat tubuhnya (Pratiwi, 1989). Biasanya setiap ganti kulit, cangkang sebagai rumahnya juga akan diganti dengan menyesuaikan pertambahan tubuhnya.  Tingkah laku ini menjadikannya sebagai hewan pembawa cangkang dapat berlangsung sampai 2,5 tahun selanjutnya kepiting meninggalkan cangkang dan berkembang menjadi kepiting kelapa dewasa. Kepiting kelapa muda yang tidak dapat menemukan kerang dari ukuran yang tepat juga sering menggunakan potongan-potongan kelapa rusak.

Berdasarkan beberapa hasil penelitian, kepiting kelapa pada fase kelomang atau fase dimana dia hidup dalam cangkang gastropoda, bersifat semi terrestrial dengan karakteristik hidup pada mintakat supra litoral yang berpasir pada siang hari dan dapat ditemukan hidup di bawah semak-semak dan di antara reruntuhan pohohn yang telah mati.  Gibson-Hill (1947) mengemukakan bahwa kepiting kelapa menjadi dewasa setelah 4 tahun yakni setelah 8 kali mengalami pergantian kulit. Pada usia tersebut, kepiting tidak lagi membawa cangkang karena struktur tubuhnya sudah menjadi hewan darat dan akan menghabiskan waktunya didaratan. Kepiting kelapa mencapai matang gonad pada umur 3,5 – 5 tahun dan pada umur ini kepiting sudah mulai melakukan aktivitas perkawinan dan memulai siklus hidupnya dengan melepaskan teluarnya ke laut. Umur dari kepiting  ini dapat mencapai 30-60 tahun (Altevogt, R. & Davis, T.A. 1975).

Ukuran (mm) dari kepiting kelapa berdasarkan siklus dapat disajikan pada tabel berikut :

FASE

UKURAN TELUR (mm)

WAKTU (hari)

Telur

0,79 ± 0,20

24 – 45

Zoea I

2,80 ± 0,12

5 – 6

Zoea II

3,40  ± 0,03

3 – 5

Zoea III

3,90 ± 0,10

8 – 9

Zoea IV

4,40 ± 0,13

6 – 12

Glaucothoe

4,00

21 – 28

Kelomang

< 100

12  – 24 bulan

Remaja

22

Sumber : (Schiller, C. 1991).  

ketam kelapa

Gambar . Tahap-tahap morfologi dan perkembangan Kepiting kelapa (Birgus latro) beserta habitat yang ditempatinya

(Sumber: Modifikasi dari Sulistiono).

About Zalfa' Aqilah

“Bumi bisa mencukupi kebutuhan setiap orang di muka bumi ini, tapi tak bisa mencukupi untuk orang-orang yang rakus.”

Posted on 6 Mei 2011, in Biologi and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 6 Komentar.

  1. numpang baca yach..😀

  2. woww… umurnya lama banget… pantas gede..
    tapi dagingnya enak gak ???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: