Wakatobi Membangun Laboratorium Kelautan


Siapa yang tidak kenal dengan Wakatobi ?
Taman Laut WakatobiWakatobi adalah salah satu pusat penyelaman terindah di dunia, terumbu karang dan panorama di bawah lautnya yang masih masih alami menjadi daya tarik daerah ini.

Akhir-akhir ini, Kementrian Kelautan dan Perikanan bekerjasama dengan Pemerintah Wakatobi membuka Sekolah Perikanan Internasional yang dilengnakpi dengan “Laboratorium  Bawah Laut Kabupaten Wakatobi di Pulau Hoga, Sulawesi Tenggara (Sultra). Dan yang menakjubkan adalah Laboratorium ini akan menjadi pusat penelitian berbagai jenis terumbu karang dan bio energi dunia.  Laboratorium Bawah Laut Wakatobi yang menjadi sarana pendukung utama Sekolah Perikanan Internasional tersebut akan menjadi pusat penelitian terumbu karang dan bio energi paling aktif di pusat segi tiga terumbu Karang dunia.  Menurut Bupati Hugua, mahasiswa SPI Wakatobi, akan berasal dari enam negara yang menjadi anggota CTI (Coral Triangle Initiative) yakni ; Malaysia, Filipina, Papua Nugini, Kepulauan Salamon, Timor Leste dan Indonesia sendiri.
Saat ini menurut bupati Hugua, beberapa universitas terkemuka di dunia telah dihubungi untuk menjadi mitra dalam mengembangkan sekolahperikanan tersebut. Universitas yang sudah dihubungi menurutnya antara lain; Universitas Essex, Cambridge, Oxford di Inggeris, Trinity College Dublin University Irlandia dan Harvard Amerika Serikat, untuk bekerjasama mengembangkan Sekolah Perikanan Internasional di Wakatobi

Menurut Bupati Hugua, Sekolah Perikanan Internasional Wakatobi, akan dibuka pada bulan Agustus 2011 mendatang.
Bersamaan dengan peresmian beroperasinya sekolah tersebut kata Hugua, akan digelar penelitian organisma bawah laut Wakatobi yang direncanakan diikuti sebanyak 1.000-an peneliti dari berbagai negara. “Dalam pagelaran penelitian organisme bawah laut tersebut, setiap satu peneliti dari luar negeri, akan ditemani peneliti nasional dari LIPI dan berbagai perguruan tinggi di Tanah Air” demikian kata Bupati Hugua.

About Zalfa' Aqilah

“Bumi bisa mencukupi kebutuhan setiap orang di muka bumi ini, tapi tak bisa mencukupi untuk orang-orang yang rakus.”

Posted on 24 Mei 2011, in Informasi dan Teknologi, Konservasi, Miracle and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: