Sekilas Tentang Objek Wisata Gili Matra


Sejarah Gilis

Gili TrawanganDahulunya pulau ini pernah dijadikan tempat pembuangan narapidana. Pada waktu itu karena semua penjara sedang penuh, Raja yang waktu itu berkuasa membuang 350 orang pemberontak Sasak ke pulau ini. Baru sekitar tahun 1970-an pulau ini dikunjungi penduduk dari Sulawesi yang kemudian menetap di sini.

Kondisi Kawasan Wisata Gili Matra

Keunikan. biodiversitas sumber daya kelautan seperti ekosistem terumbu karang, padimg lamun, kekayaan flora dan faunanya menjadikan potensi tersebut sebagai obyek wisata yang banyak diminati para wisatawan domestik maupun mancanegara. Kawasan Gili Matra merupakan salah satu daerah primadona wisata di Kabupaten Lombok Utara dengan wisata bahari sebagai atraksi wisata andalan. Berbagai kegiatan atraksi pariwisata alam dapat dinikmati oleh wisatawan yang berkunjung ke kawasan ini. Jenis kegiatan yang dilakukan oleh para wisatawan baik wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara adalah berjemur (sun buthing), snorkeling dan SCUBA diving.

Topografi Gili Trawangan pada bagian tengah ke arah utara datar dan pada bagian tengah ke arah tenggara berbukit dengan ketinggian ± 20 meter di atas permukaan laut. Keadaan oseanografi mempunyai pola yang sama dengan kawasan disekitar ketiga pulau, yaitu mempunyai pantai yang pada umumnya datar dan berpasir putih dengan kedalaman perairan pantai 1-3 meter pada batas 20 meter. Kisaran pasang surut mencapai ± 3 meter.

Adat istiadat utama masyarakat Desa Gili Trawangan masih banyak dipengaruhi oleh budaya Bugis (Sulawesi Selatan) karena sebagian besar (75%) penduduk desa Gili Trawangan berasal dari Suku Bugis. Selain itu juga terdapat Suku Sasak, Bali, Jawa dan Madura. Dominannya orang-orang Sulawesi karena mereka yang pertama kali membuka pulau ini, sehingga tokoh-tokoh masyarakat termasukKepala Desanya berasal dari keturunan Suku Bugis. Masyarakat Gili Trawangan selalu menjunjung tinggi peraturan yang akan dibuat dan dijalankan dalam kehidupan sehari-hari, tanpa adanya perangkat hukum atau awig-awig desa maka kekayaan sumber daya alam hayati tidak akan lestari.

Gili Trawangan

Gili Trawangan adalah pulau yang terbesar dari ketiga pulau atau gili (Kepulauan Gili) yang terdapat di sebelah barat laut Lombok. , Trawangan juga satu-satunya gili yang ketinggiannya di atas permukaan laut cukup signifikan. Dengan panjang 3 km dan lebar 2 km, Trawangan berpopulasi sekitar 800 jiwa. Diantara ketiga gili tersebut, Trawangan memiliki fasilitas untuk wisatawan yang paling beragam; Bagian paling padat penduduk adalah sebelah timur pulau ini.

Perbedaan nuansa wisata Trawangan dengan dua gili lainnya terletak pada nuansa “pesta” yang tidak dimiliki Gili Meno dan Gili Air, karena banyaknya pesta sepanjang malam yang setiap malamnya dirotasi acaranya oleh beberapa tempat keramaian. Itulah sebabnya Gili ini lebih dikenal dengan “ Party Island “ mayoritas tourist yang datang anak-anak muda, Mayoritas resort (akomodasi) berada disisi sebelah timur pulau, dengan harga berkisar antara € 5 sampai € 78. setelah diving para wisatawan bisa having fun setiap malam di salah satu party organizer, atau relax bersama-sama dengan diver-diver yang lain.

Aktivitas lainnya yang populer dilakukan para wisatawan di Trawangan adalah scuba diving (dengan sertifikasi PADI), snorkeling (di pantai sebelah timur laut), bermain kayak, berselancar, kemudian ditambah dengan atraksi perisaian dan show fire dari masyarakat. Ada juga beberapa tempat dimana para wisatawan bisa belajar berkuda mengelilingi pulau.

Di Gili Trawangan (begitu juga di dua gili yang lain), tidak terdapat kendaraan bermotor. Sarana transportasi yang lazim adalah sepeda (disewakan oleh masyarakat setempat untuk para wisatawan) dan cidomo, kereta kuda sederhana yang umum dijumpai di Lombok. Untuk bepergian ke- dan dari ketiga gili itu, penduduk biasanya menggunakan kapal bermotor dan speedboat

About supyan

Peduli Lingkungan Jangan Sekedar Slogan. Tinggalkanlah pola hidup yang merusak lingkungan

Posted on 20 Agustus 2011, in Ekoturisme, Konservasi, Pesisir dan Laut and tagged , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Indonesia memang unik, banyak keindahan yang belum terekploitasi.

  2. Betul bung…
    butuh promosi yang intens untuk bisa dikenal secara luas..
    tapi kita jangan lupa untuk tetap menjaga aspek kelestariannya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: