Peranan Hutan Mangrove


Hutang MangroveHutan mangrove merupakan suatu tipe hutan yang tumbuh di daerah pasang surut, terutama di pantai yang terlindung, laguna dan muara sungai yang tergenang pada saat pasang dan bebas dari genangan pada saat surut yang komunitas tumbuhannya bertoleransi terhadap garam. Hutan mangrove tumbuh berbatasan dengan darat pada jangkauan air pasang tertinggi, sehingga ekosistem ini merupakan daerah transisi yang tentunya eksistensinya juga dipengaruhi oleh faktor-faktor darat dan laut.

Secara ekologis, hutan mangrove mempunyai berbagai macam peranan yang cukup besar antara lain adalah sebagai berikut:

1.  Hutan mangrove berperan sebagai sumber nutrisi.

Serasah yang dihasilkan oleh hutan mangrove merupakan sumber karbon dan nitrogen bagi hutan mangrove sendiri maupun untuk perairan disekitarnya.   Perairan disekitar hutan mangrove memiliki produktivitas tinggi, hal ini terkait dengan serasah mangrove yang diekspor ke perairan sekitarnya baik yang berupa serasah maupun serasah yang terurai.  Serasah mangrove akan dimanfaatkan oleh protozoa dan bakteri yang selanjutnya akan diuraikan sebagai bahan organik dan kemudian akan menjadi sumber energi bagi biota yang hidup diperairan.  Makrofauna dan mikroorganisme dipandang sebagai komponen penting dalam proses dekomposisi. Disamping peranannya sebagai pengurai serasah, mikroorganisme yang di ekspor ke perairan sekitarnya juga akan berperan di dalam rantai makanan.  Kaitan positif antara kehadiran hutan mangrove dengan jumlah serta jenis biota akuatik nampaknya memang ada, dan hal ini telah diungkapkan oleh beberapa penelitian tentang adanya hubungan positip antara hutan mangrove dengan produksi perikanan udang disekitarnya.

2.  Hutan mangrove berperan sebagai pelindung pantai

Hutan mangrove dapat berfungsi untuk sebagai stabilator garis pantai, dapat mencegah erosi sebagai akibat pukulan ombak dan juga berperan dalam penambahan lahan pantai. Tipe perakaran dari jenis Rhizophora sp., Avicennia sp. dan Sonneratia sp. dapat meredam hantaman gelombang dan sekaligus berperan sebagai penghimpun atau pengikat lumpur yang dibawa oleh aliran sungai, sehinga akan terbentuk pulau-pulau delta kecil yang ditumbuhi mangrove, dan selanjutnya masing- masing pulau akan bergabung dan akhirnya akan terbentuk hutan mangrove yang arealnya cukup luas. Hutan mangrove juga dapatberperan sebagai filter dari pengaruh laut maupun dari darat serta dapat mencegah terjadinya intrusi air laut ke darat. Kemampuan hutan mangrove juga diduga dapat berperan sebagai penghambat intrusi air laut ke daratan.

3.   Hutan mangrove berperan sebagai penyedia kebutuhan manusia.

Hutan mangrove sudah lama dimanfaatkan dan digunakan oleh masyarakat yang tinggal sekitar hutan mangrove, baik itu untuk keperluan lokal maupun sebagai bahan industri. Secara lokal, manusia menggunakan mangrove sebagai bahan bangunan, kontruksi, atap, kayu bakar, sebagai sumber makanan, obat dan bahan untuk keperluan rumah tangga lainnya.

Supyan, (Unkhair)

About supyan

Peduli Lingkungan Jangan Sekedar Slogan. Tinggalkanlah pola hidup yang merusak lingkungan

Posted on 19 November 2012, in Ekosistem Perairan, Estuari, Konservasi, Pesisir dan Laut and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: