Distribusi dan Habitat Kepiting Kelapa (Birgus latro) di Dunia


Distribusi dan Habitat Kepiting Kelapa (Birgus latro

Birgus latroKepiting kelapa pertama kali ditemukan oleh Rumphius pada tahun 1705, namun sebenarnya telah diketahui oleh orang-orang eropa sejak perjalanan eksplorasi William Dampier sekitar tahun 1688.   Literatur-literatur yang ditulis oleh para ahli biologi yang mengunjungi pulau-pulau di sekitar Samudera Hindia dan Pasifik pada awalnya lebih banyak menginformasikan mengenai kemampuan kepiting ini dalam membuka dan memindahkan kelapa dari pohonnya.  Baru setelah tahun-tahun berikutnya penelitian yang lebih mendalam terhadap pengenalan akan siklus hidup, tingkah laku, reproduksi, fisiologi dan anatominya dilakukan

Kepiting kelapa tinggal sendirian di liang bawah tanah dan celah-celah batu, tergantung pada daerah setempat. Mereka menggali lubang mereka sendiri di pasir atau tanah lepas.  Pada siang hari, hewan tetap tersembunyi untuk melindungi diri dari predator dan mengurangi kehilangan air dari panas. Liang kepiting kelapa ini ‘mengandung serat yang sangat halus namun kuat dari sabut kelapa yang digunakan hewan sebagai alas tidur. Sementara beristirahat dalam liang, kepiting kelapa menutup pintu masuk dengan salah satu cakar untuk menciptakan iklim mikro yang lembab yang  diperlukan organ pernapasan.  Di daerah dengan populasi kepiting kelapa yang besar, beberapa juga yang keluar siang hari, mungkin untuk mendapatkan keuntungan dalam mencari makanan. kepiting kelapa juga akan kadang-kadang keluar siang hari jika lembab atau hujan, karena kondisi ini memungkinkan mereka untuk bernapas dengan lebih mudah. Mereka hidup hampir secara eksklusif di darat, dan beberapa telah ditemukan sampai dengan 6 km (3.7 mil) dari laut.

Kepiting kelapa tinggal di daerah dari Hindia ke Samudra Pasifik tengah. Pulau Christmas di Samudra Hindia memiliki populasi terbesar dan terbaik di dunia. Berbeda dengan Samudera Hindia populasi yang ada di Seychelles, terutama Aldabra, Kepulauan Glorioso, Pulau Astove, dan Cosmoledo, kepiting kelapa sudah hamper punah di pusat pulau-pulau.  Mereka juga dikenal pada beberapa wilayah di Andaman dan Nikobar di Teluk Benggala. Sejumlah besar berkeliaran dengan bebas di kepulauan Chagos milik Inggris, yang juga dikenal sebagai British Indian Ocean Territories (Biot). Mereka dilindungi di pulau-pulau dari perburuan dan/atau dimakan, dengan denda hingga 1.500 poundsterling Inggris (kira-kira $ 3.000 USD) per kepiting kelapa yang dikonsumsi.  Di Mauritius dan Rodrigues, mereka sudah punah

Kepiting kelapa dianggap salah satu dekapoda yang paling terestrial, dengan sebagian besar aspek kehidupan yang terkait dengan keberadaan terrestrial (Dorothy E. B., 1968).  Karena mereka tidak bisa berenang sebagai kepiting dewasa, kelapa kepiting dari waktu ke waktu menjelajahi pulau-pulau sebagai larva, yang bisa berenang, atau pada kayu apung dan kapar lainnya.

Kepiting kelapa menyebar luas dari lautan Pasifik Barat hingga Samudera Hindia bagian timur.  Di daerah tersebut, hewan ini menempati pulau-pulau berbatu di kawasan lautan. Selain itu juga mereka hidup di daerah pantai yang menyatu dengan daratan kepualauan dan umumnya tidak dijumpai di daerah karang atol karena di wilayah tersebut tidak tersedia makanan yang memadai untuk kehidupan mereka.  Di Aldabra dilaporkan masih terdapat kepiting ini namun di Kepulauan Seychelles diperkirakan sudah punah. B. latro juga tersebar di pulau-pulau kecil di wilayah pantai Tanzania dan Sentinal selatan (Andaman dan Nikobar), Kepulauan Keeling dan Mauritius. Di Filipina sekarang dilaporkan hanya terdapat di Pulau Ilongo dan sebagian di Pulau Cebu. Di kawasan Pasifik kepiting ini dapat dijumpai di Timor, kemudian menyebar ke belahan utara sampai Ryukus, Fiji dan kepulauan Marshall kecuali kepulauan Hawaii, Wake dan Midway. Di Papua Nugini dapat ditemukan di propinsi Manus, yakni di Rantan, Sae dan Los Negros (PPSDAHP (1987/l988).

Di Indonesia Kepiting kelapa tersebar di kawasan Timur lndonesia yaitu di pulau-pulau Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. Di Sulawesi, kepiting kelapa terdapat di wilayah Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Pulau Siompu, ‘l`onga1i, Kaimbulawa dan Liwutongkidi, Sulawesi Tenggara (Ramli, l997).  Sedangkan di Nusa Tenggara terdapat di pantai berbatu Pulau Yamdena (Monk, et al., 2000), dan di Kalimantan terdapat di Pulau Derawan.

About supyan

Peduli Lingkungan Jangan Sekedar Slogan. Tinggalkanlah pola hidup yang merusak lingkungan

Posted on 8 Juni 2013, in Biologi, Konservasi, Krustasea dan Moluska and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: