Mengapa Kita Perlu Mengkonservasi Ikan ?


Mengapa kita perlu mengkonservasi ikan ?

Ikan ZebraKonservasi mengacu kepada pengertian pengelolaan sumber daya ikan oleh manusia, yang bertujuan agar sumberdaya memiliki manfaat lestari tertinggi bagi generasi sekarang dan berikutnya (Hanson dan Manuel, 1987).

Upaya konservasi sumberdaya perikanan merupakan usaha pemanfatan potensi sumberdaya secara optimal dan terus menerus dengan memperhatikan faktor kelestarian potensi sumber daya yang ada. Keberadaan sumberdaya perikanan memberikan lahan mata pencaharian pokok bagi penduduk setempat terutama untuk menangkap ikan, sehingga keterikatan penduduk terhadap sumberdaya ikan sangat erat.

Secara alami, keberadaan sumberdaya ikan di perairan berfluktuasi. Hal ini terjadi karena perubahan lingkungan yang konstan apabila tidak ada ekses negatif dari manusia yang memanfaatkan sumber daya tersebut. Namun sebaliknya apabila ada tekanan dari manusia yang dapat mengganggu sumberdaya ikan, maka secara kontinyu maupun drastis akan mengalami perubahan terhadap komunitas dan populasi, sehingga dampaknya akan menyebabkan kepunahan. Terdapat 4 (empat) komponen yang disebabkan oleh tekanan manusia yang dapat mempengaruhi terhadap penurunan seumberdaya ikan, yaitu (1). Eksploitasi, (2) introduksi spesis   yang bersifat nonnative, (3). Perubahan habitat, dan (4). Polusi

(1). Eksploitasi; kegiatan ini merupakan salah satu masalah yang terbesar yang dapat menyebabkan penurunan populasi dan komunitas. Perubahan drastis terhadap sumberdaya akibat exploitasi adalah  overfishing yang dampaknya dapat mengakibatkan penurunan stok, sehingga keberadaannya menjadi tidak seimbang. Disamping itu siklus rantai makanan tidak seimbang bahkan terputus. Namun demikian pengeculian dari hal tersebut diatas, kegiatan overeksploitasi akibat penggunaan alat tangkap yang tidak selektif dan upaya penangkapan yang tidak terkendali   secara teori dapat pulih kembali apabila komponen generasi aslinya masih ada, artinya diperlukan pemberlakuan aturan ekploitasi khusus pada zonasi daerah  penangkapan  yang tidak mengganggu daerah pemijahan atau  waktu sedang memijah.

Penangkapan yang dilakukan oleh sodium cyanida, bukan saja menyebabkan kepunahan bagi ikan tetapi juga pada habitat dan lingkungan perairan. Biasanya pengunaan bahan kimia ini dipergunakan di perairan laut. Akibatnya populasi ikan asli dan terumbu karang mengalami kematian yang  akhirnya ekosistem menjadi terdegradasi dan tidak pulih kembali.

(2). Introduksi species yang bersifat nonnative

Introduksi species secara umum akan merubah komunitas ikan asli. Apabila ikan introduksi yang bersifat nonnative lebih banyak populasinya dibandingkan dengan dengan ikan asli maka akan menyebabkan predasi, kompetisi dan hibridisasi, sehingga ikan asli akan terkalahkan dan secara perlahan populasinya menurun dan bahkan terjadi kepunahan.

(3) Perubahan habitat

Beberapa penyebab timbulnya  perubahan habitat adalah terkuncinya saluran pengairan, urbanisasi, relokasi, dan pengeringan badan air, perubahan iklim dan pemanasan global.  Kondisi ini tentunya sangat berpengaruh  pada populasi ikan lokal, karena jenis ikan lokal sudah layak pada pola pengaturan habitat perairan dan kualitas air dilingkungan tersebut. Apabila kondisi ini tidak dikonservasi maka secara perlahan ikan-ikan lokal tidak dapat beradaptasi dan melangsungkan siklus hidupnya, sehingga dampak ini  akan mengakibatkan pa enurunan populasi dan  secara perlahan mengakibatkan kematian atau kepunahan.

(4) Polusi

Polusi dapat menyebabkan perubahan habitat. Dampak racun dari bahan kimia bukan hanya membunuh ikan, tetapi juga merusak habitat dan kualitas air menurun. Polusi  air yang memiliki konsentrasi sublethal tinggi dapat membunuh ikan secara langsung pada ikan-ikan yang hidupnya mendiami daerah tertentu dan tidak berpindah-pindah. Contoh dampak polusi air ini mengakibatkan degradasi  ekosistem terumbu karang , yaitu ikan karang, terumbu karang, algae, moluska, dan crustacea.

Oleh karena itu sangat penting diperlukan pengawasan, pengelolaan dan meregulasi konservasi sumberdaya ikan lokal yang merupakan sumberdaya ikan asli di suatu kawasan perairan, agar ikan tersebut tidak terjadi penurunan populasi bahkan kepunahan. Secara teknis hal yang perlu dilakukan agar ikan lokal dapat terjaga kelestariannya dilingkungan perairan adalah mengatur tingkat eksploitasi yang berimbang agar stok ikan tetap optimal, mengintroduksi ikan pada lingkungan baru  dapat bermuatulisme dengan ikan lokal dari seluruh siklus hidupnya, pengaturan pola pengairan yang terpadu, mengendalikan dan mencegah  polusi yang memiliki konsentrasi sublethal yang tinggi.

About supyan

Peduli Lingkungan Jangan Sekedar Slogan. Tinggalkanlah pola hidup yang merusak lingkungan

Posted on 3 September 2013, in Ikan, Konservasi, Manajemen Perikanan, Pengolahan Perikanan and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: