Lestarikanlah Ikan Mola mola


Ikan Mola mola (Rountailed mola)

mola-molaIkan Mola mola sering disebut juga dengan Oceanic Sunfish karena sering dijumpai “berjemur” di lautan terbuka yang dangkal untuk mendapatkan panas matahari sebagai adaptasi suhu tubuh setelah berada lama di perairan dalam. Dalam sistem taksonomi, ikan ini masuk dalam Famili Molidae, Ordo Tetraondoniformes (ordo yang sama dengan ikan buntal (boxfish). Ukuran rata-rata ikan ini sekitar 1.8 meter, dan ukuran terbesar yang pernah ditemukan sekitar 3.4 meter.

Di perairan Pulau Nusa Penida, Mola mola kerap muncul pada kisaran bulan Juni hingga September setiap tahunnya. Mola mola termasuk ikan yang cukup unik, karena tidak memiliki sirip ekor seperti ikan pada umumnya. Ikan raksasa ini berenang menjelajahi samudera hanya dengan menggunakan sirip punggung dan sirip perutnya saja, sementara sirip dada lebih berfungsi sebagai penyimbang. Dia dapat dijumpai pada perairan dengan kedalaman 30 – 500 meter.

Sejauh ini ada tiga jenis Mola yang telah ditemukan yaitu : Sharp-tailed mola (Masturus lanceolatus) yang memiliki ekor agak panjang dan pipih, Slender mola (Ranzania laevis) yang memiliki ekor dan bentuk tubuh seperti silinder dengan ukuran badan beberapa puluh centimeter saja, dan Rountailed mola (Mola mola) yang memiliki ekor membulat. Jenis yang terakhir inilah yang dijumpai di Nusa Penida.

Saat ini ikan Mola mola di perairan nusa penida mulai terancam keberadaannya. Banyak penyelam lokal maupun asing ingin menyaksikan keberadaan ikan ini, dikhawatirkan para penyelam akan menganggu ikan Mola mola dan tidak menutup kemungkinan ikan ini pergi dari perairan Nusa Penida.  Jika hal ini sampai terjadi, maka bukan saja Nusa Penida yang akan mengalami kerugian tetapi juga Bali secara keseluruhan. Untuk itu pihak terkait dan stakeholder yang ada di Nusa Penida, telah membuat aturan main (code of conduct) penyelaman dan pengamatan ikan Mola mola di Nusa Penida.  Code of conduct ini diantaranya mengatur penyelam tidak boleh menyentuh atau memegang ikan Mola mola dan jarak terdekat untuk melihat ikan Mola mola adalah 3 meter.  Para penyelam tidak diperkenankan menyelam di bawah ikan Mola mola karena gelembung udara penyelam akan menganggu ikan Mola mola. Aturan lainnya adalah jangan menghalangi (blocking) jalan ikan Mola mola ke laut lepas dan tidak diperkenankan memberi makanan dalam bentuk apapun kepada Ikan Mola mola yang dapat mengakibatkan perubahan tingkah laku dari ikan tersebut

About supyan

Peduli Lingkungan Jangan Sekedar Slogan. Tinggalkanlah pola hidup yang merusak lingkungan

Posted on 27 September 2013, in Biologi, Ikan, Konservasi, Manajemen Perikanan, Pesisir dan Laut and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: