Arsip Blog

Tindakan Pengelolaan Kepiting Kelapa (Birgus latro) di Pulau Uta, Propinsi Maluku Utara


Kepiting Kelapa

Salah satu induk kepiting kelapa yang ditemukan di Pulau Uta, Propinsi Maluku Utara

Kepiting kelapa (B. Iatro) merupakan salah satu satwa yang memiliki nilai ekonomi tinggi, sehingga perlu dilindungi agar tidak punah. Penurunan populasi kepiting di alam diperkirakan akibat adanya perubahan lingkungan (habitat, makanan, dan predator). Penurunan kondisi habitat tersebut secara tidak langsung disebabkan oleh aktivitas manusia (penebangan hutan dan penangkapan berlebihan tanpa mengenal waktu). Read the rest of this entry

Lestarikanlah Ikan Mola mola


Ikan Mola mola (Rountailed mola)

mola-molaIkan Mola mola sering disebut juga dengan Oceanic Sunfish karena sering dijumpai “berjemur” di lautan terbuka yang dangkal untuk mendapatkan panas matahari sebagai adaptasi suhu tubuh setelah berada lama di perairan dalam. Dalam sistem taksonomi, ikan ini masuk dalam Famili Molidae, Ordo Tetraondoniformes (ordo yang sama dengan ikan buntal (boxfish). Ukuran rata-rata ikan ini sekitar 1.8 meter, dan ukuran terbesar yang pernah ditemukan sekitar 3.4 meter.

Read the rest of this entry

EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI KONSERVASI LAUT DALAM SUSTAINABILITY SUMBERDAYA KELAUTAN


Pengertian konservasi menurut Undang-undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya adalah pengelolaan sumber daya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya. Konservasi dilakukan melalui kegiatan perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya, dan melalui pemanfaatn secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.

melalui EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI KONSERVASI LAUT DALAM SUSTAINABILITY SUMBERDAYA KELAUTAN.

Klasifikasi dan Morfologi Kepiting Kelapa (Birgus latro)


Klasifikasi Birgus latro

kepiting kenari (Birgus latro)Kepiting kelapa atau B. latro termasuk ke dalam Kelas Krustase, Filum Arthropoda darat yang terbesar di dunia (Altevogt, R dan Davis, T.A., 1975). Penduduk Kepulauan Maluku menyebutnya Kepiting Kenari. Kepiting ini dikenal karena kemampuannya mengupas buah kelapa dengan capitnya yang kuat untuk memakan isinya. Dia satu-satunya spesies dari Genus Birgus. lanjutkan membaca

Mega biodiversity Yang Terganggu


Zalfa Aqilah

Wilayah Indonesia memiliki keanekaragaman makhluk hidup yang tinggi sehingga oleh beberapa pihak wilayah ekologi Indonesia disebut dengan istilah “Mega biodiversity” atau “keanekaragaman mahluk hidup yang tinggi”umumnya dikenal sebagai Indomalaya atau Malesia bedasarkan penelitian bahwa 10 persen tumbuhan, 12 persen mamalia, 16 persen reptil, 17 persen burung, 25 persen ikan yang ada di dunia hidup di Indonesia, padahal luas Indonesia hanya 1,3 % dari luas Bumi. Kekayaan makhluk hidup Indonesia menduduki peringkat ketiga setelah Brasil dan Republik Demokratik Kong..

Lihat pos aslinya 133 kata lagi

Pesona Gili Matra Dalam Gambar

Potensi dan Daya Tarik Wisata Alam di Indonesia


Potensi dan Daya Tarik Wisata

Supyan, Jur.MSP/Unkhair Ternate
 
wisata bahari

wisata bawah air

Wisata alam yang berada dalam kawasan konservasi bisa dibedakan berupa Taman Nasional, Taman Wisata, Taman Buru, Taman Laut dan Taman Hutan raya. Tujuan ini adalah untuk menjaga keseimbangan antara aspek pariwisata dan aspek konservasi. Secara umum disadari bahwa dalam menunjang sektor pariwisata secara nasional, pengembangan kegiatan wisata alam di Indonesia mempunyai prospek bagus sebagai penunjang devisa negara non migas. Dimana potensi obyek wisata alam yang memiliki Indonesia sangat besar nilainya. selanjutnya

Siput Batu Laga (Turbo marmoratus)


siput mata bulan

siput batu laga

Turbo marmoratus umumnya dikenal sebagai Turban sorban marmer, Turban shell hijau, atau siput hijau atau di Maluku dikenal dengan nama Siput Batu Laga. Ini adalah siput laut dari famili Turbinidae yang besar, dengan tempurung tebal dan operkulum besar mengkilat yang menutup pintu belakang ketika hewan masuk ke dalam shell (cangkang) untuk keamanan dari pemangsa atau ketika merasa terganggu. Selain itu, cangkang dari marmer juga digunakan sebagai nacre dan di beberapa tempat opercula telah digunakan sebagai pemberat kertas. lengkapnya di sini

Kawasan Konservasi Perairan


Kawasan Konservasi Perairan dan Perikanan Berkelanjutan

Kawasan Konservasi DaerahSemakin pesatnya pertambahan penduduk yang menempati wilayah pesisir membuat ancaman terhadap keberadaan sumberdaya pesisir itu sendiri juga semakin besar. Dampaknya adalah terjadinya eksploitasi besar-besaran sumberdaya pesisir, terutama dalam usaha-usaha ekstensifikasi wilayah peruntukan yang dapat memacu pertumbuhan ekonomi. Dari sisi ketersediaan sumberdaya yang berkelanjutan, pembangunan yang tidak memperhatikan aspek kelestarian akan mengurangi kemampuan sumberdaya pesisir itu sendiri dalam mendukung fungsi pelayanan bagi keseimbangan ekosistem di wilayah pesisir dalam jangka panjang. Pengabaian terhadap tata ruang wilayah pesisir, pemanfaatan yang bersifat destruktif, tidak jelasnya kebijakan dalam pengelolaan sumberdaya wilayah pesisir, serta rendahnya keterlibatan masyarakat akan bermuara pada kurang optimalnya pengelolaan sumberdaya wilayah pesisir.
baca selanjutnya untuk mengetahui bukti-bukti ilmiah manfaat kawasan konservasi perikanan