Klasifikasi dan Morfologi Kepiting Kelapa (Birgus latro)


Klasifikasi Birgus latro

kepiting kenari (Birgus latro)Kepiting kelapa atau B. latro termasuk ke dalam Kelas Krustase, Filum Arthropoda darat yang terbesar di dunia (Altevogt, R dan Davis, T.A., 1975). Penduduk Kepulauan Maluku menyebutnya Kepiting Kenari. Kepiting ini dikenal karena kemampuannya mengupas buah kelapa dengan capitnya yang kuat untuk memakan isinya. Dia satu-satunya spesies dari Genus Birgus.
Dalam bahasa Inggris dikenal “terrestrial hermit crab” (umang-umang darat) karena penggunaan kulit keong oleh umang muda; tetapi, ada juga umang darat lain yang tidak menanggalkan kulit keongnya setelah dewasa. Hewan ini khususnya genus Coenobita yang masih berkerabat dekat – biasanya disebut umang-umang darat; karena dekatnya kekerabatan antara Coenobita dan Birgus maka istilah umang-umang darat ini biasanya mengacu pada anggota Famili Coenobitidae.

 

 

Menurut Eldredge, L.G. ( 1996) dan Myake (1982) Kepiting kelapa dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

Kingdom : Animalia

Phylum : Arthropoda

Class : Crustacea

Order :    Decapoda

Family : Coenobitidae

Genus :    Birgus

Species : B. latro Linnaeus 1776

Morfologi Birgus latro

Secara morflogis kepiting kelapa mempunyai abdomen bulat simetris dan terlindungi kulit yang keras, ujung abdomennya dapat berfungsi sebagai pemberat ketika berada dalam liangnya yang berada di bawah akar pohoh maupun pohon yang roboh. Kepiting dewasa memiliki panjang karapas kurang lebih 25-40 cm, berat badan berkisar antara 2-4 kg. Capit sebelah kiri biasanya mempunyai ukuran lebih besar dari capit yang sebelah kanan. Kepiting ini dilengkapi dengan lima pasang kaki jalan, yang terdiri atas empat pasang kaki jalan yang jelas terlihat berbentuk keras dan kuat dan satu pasang kaki jalan terakhir berukuran kecil dan tersembunyi dibawah karapas. <!—more lanjutkan membaca–> Semua kaki jalan ditutupi oleh duri serta rambut-rambut halus. Karapasnya sangat keras yang disebabkan oleh konsentrasi zat kapur yang lebih tinggi jika dibandingkan jenis kepiting lainnya. Kepiting ini memiliki bagian bawah (abdomen) yang lunak yang pada waktu kecil terlindung dalam rumah siput, tetapi rumah siput ini akan ditinggalkan ketika menginjak dewasa. Kepiting ini tumbuh dengan cara berganti kulit, dimana ia harus keluar dari rumah siputnya lalu mencari tempat yang terlindung dari pemangsanya dan berganti kulit disana (Motoh, 1980)

Meskipun Kepiting kelapa
merupakan tipe kepiting pertapa, tapi juvenil menggunakan kerang keong untuk melindungi perutnya yang lembut, dan juvenil kadang-kadang menggunakan patahan tempurung kelapa untuk melindungi perut mereka. Tidak seperti kepiting pertapa lainnya, kepiting kelapa dewasa tidak membawa kerang tapi malah mengeraskan terga perut mereka dengan memanfaatkan kitin dan kapur. Tidak dibatasi oleh pembatas dinding cangkang memungkinkan spesies ini tumbuh jauh lebih besar daripada kepiting pertapa lain dalam Famili Coenobitidae (
J. W. Harms, 1932).

Seperti semua dekapoda lain, tubuh ketam kenari dibagi menjadi bagian depan (kepala-dada atau sefalotoraks), dengan 10 kaki, dan abdomen (perut). Sepasang kaki terdepan mempunyai capit besar untuk mengupas kelapa, dan cakar (chelae) ini dapat mengangkat benda hingga seberat 29 kg. Dua pasang kaki berikutnya, seperti pada umang-umang lain, adalah kaki berjalan yang besar dan kuat yang memungkinkan ketam kenari memanjat pohon (seringkali kelapa) secara vertikal hingga setinggi 6 m. Pasangan kaki ke empat lebih kecil dengan cakar mirip pinset diujungnya, memungkinkan ketam muda berpegangan didalam kulit keong atau batok kelapa untuk berlindung; hewan dewasa menggunakan pasangan kaki ini untuk berjalan dan memanjat. Pasangan kaki terakhir sangat kecil dan hanya digunakan untuk membersihkan organ pernafasannya. Kaki-kaki ini diletakkan dalam karapas, dalam rongga tempat organ pernafasannya berada. Ada beberapa perbedaan warna antara hewan di pulau yang satu dengan pulau yang lain, dari ungu muda, ungu tua hingga cokelat.

Birgus latro adalah arthropoda darat terbesar di dunia. Laporan tentang ukuran latro Birgus bervariasi., tapi referensi yang memberikan informasi bawah panjang tubuh sampai dengan 40 cm (16 in), berat sampai 4,1 kg dan rentang kaki lebih dari 0,91 m dengan jantan umumnya lebih besar daripada betina (World Wildlife Fund, 2001). Ada laporan dalam literatur spesimen berukuran 6 kaki (1,8 m) di dada dan berat 14 kg. Hal itu dipercaya mendekati batas teoritis untuk artropoda darat. Umurnya dapat mencapai 30-60 tahun. (Altevogt, R. & Davis, T.A. 1975).

kepiting kenari (Birgus latro)

Morfologi Kepiting Kelapa

About supyan

Peduli Lingkungan Jangan Sekedar Slogan. Tinggalkanlah pola hidup yang merusak lingkungan

Posted on 20 Januari 2013, in Biologi, Konservasi, Krustasea dan Moluska and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: