Salam Hangat


Tukaran Link Yuk…….. ~_~

tukar linkSalah satu cara untuk mendapatkan banyak traffik blog adalah dengan cara bertukar link. Benar kan ?

Nah Bagi anda yang pengen tukeran link dengan blog milik Catatan Pikan ini, cukup komentar di bawah ini,  tinggalkan link dan nama blog nya,, setelah itu Link Blog anda akan segera kami tampilkan dalam daftar link sahabat. Pastikan juga bahwa link saya dengan nama “Catatan Pikan” sudah dipampang di blog anda…  Paling mantap kalau tampilkan di homepage … :) :)

Caranya :

Silahkan copy paste kode berikut di blog anda dan tulis KONFIRMASI di kolom komentar..

<a href=”https://faperik.wordpress.com/” target=”_blank”> Catatan Pikan </a>

oke.. di tunggu yach… semoga tulisan-tulisan kita mengenai perikanan dan ilmu kelautan bisa bermanfaat bagi pengembangan sumberdaya yang kita miliki… Bravo “Pikan”

Seminar Nasional Kemaritiman dan Sumberdaya Pulau-pulau Kecil


semnas ks2ppkJPGSeminar Nasional I
Tentang Kemaritiman dan 
Sumberdaya Pulau-Pulau Kecil
di Maluku Utara.


Seminar ini akan dilaksanakan oleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Khairun, Ternate, Maluku Utara. Waktu pelaksanaannya tanggal 03 Oktober 2016 di Aula Babullah Lt. 4. Gedung Rektorat, Unkhair

Latar Belakang 

Indonesia merupakan salah satu negara maritim terbesar di dunia. Dengan potensi wilayah laut yang sangat luas dan sumberdaya alam serta sumberdaya manusia yang dimiliki Indonesia, kelautan sesungguhnya memiliki keunggulan komparatif, keunggulan kooperatif dan keunggulan kompetitif untuk menjadi sektor unggulan dalam kiprah pembangunan nasional dimasa depan. Potensi kekayaan pulau-pulau kecil di Indoensia yang mencapai US$ 60.578.651.400/tahun yang bersumber dari sektor perikanan, wisata bahari, minyak bumi dan transportasi laut.) seharusnya dapat menjadikan masyarakatnya sejahtera. Namun kenyataannya negara ini belum mampu memberi kesejahteraan kepada rakyatnya. Read the rest of this entry

The Habitat Characteristic and Reproduction Aspects of Coconut Crab (Birgus latro) in Uta Island, North Mollucas Province


SUMMARY

The Habitat Characteristic and Reproduction Aspects of Coconut Crab (Birgus latro) in Uta Island, North Mollucas Province
Supervised by  SULISTIONO and ETTY RIANI

2013
Published by Jurnal Aquasains. Jurnal Ilmu Perikanan dan Sumberdaya Perairan. Vol 2. No.1, Edisi Agustus 2013

birgus latro, crustacea, kepiting kelapa, konservasi, Coconut crab (B. latro) is one of crustacea species which has high economic value, but it is considered rare and classified into vulnerable category by the International Union for Conservation of Nature (IUCN). In Indonesia, the status of this animal population has been not exactly identified, but it has tended to decline because of local people consumption and its habitat quality degradation. Regarding importance of the species resources, thus undestanding its biology and ecology aspects can be applied as the proper management stock and effort of preservation. Read the rest of this entry

Beberapa Model Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut di Indonesia


Beberapa Alternatif Model Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Lautan Indoensia

*Supyan.
Staf Pengajar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Khairun. Ternate. Maluku Utara

Walaupun kepulauan Indonesia hanya mewakili 1,3% luas daratan dunia, tetapi memiliki 25 % spesies ikan dunia (2000 jenis), 17% spesies burung, 16% reptil, 12%, mamalia (25 jenis), 10% tumbuhan (833 jenis), sejumlah invertebtara (seperti; molusca 2500 jenis, crustecea 214 jenis, Echinodermata 759 jenis, dan penyu 6 jenis), serta berbagai fungi dan mikroorganisme lainnya (Gautam, et al, 2000 dalam (Sutono, 2005).

Read the rest of this entry

Tindakan Pengelolaan Kepiting Kelapa (Birgus latro) di Pulau Uta, Propinsi Maluku Utara


Kepiting Kelapa

Salah satu induk kepiting kelapa yang ditemukan di Pulau Uta, Propinsi Maluku Utara

Kepiting kelapa (B. Iatro) merupakan salah satu satwa yang memiliki nilai ekonomi tinggi, sehingga perlu dilindungi agar tidak punah. Penurunan populasi kepiting di alam diperkirakan akibat adanya perubahan lingkungan (habitat, makanan, dan predator). Penurunan kondisi habitat tersebut secara tidak langsung disebabkan oleh aktivitas manusia (penebangan hutan dan penangkapan berlebihan tanpa mengenal waktu). Read the rest of this entry

Lestarikanlah Ikan Mola mola


Ikan Mola mola (Rountailed mola)

mola-molaIkan Mola mola sering disebut juga dengan Oceanic Sunfish karena sering dijumpai “berjemur” di lautan terbuka yang dangkal untuk mendapatkan panas matahari sebagai adaptasi suhu tubuh setelah berada lama di perairan dalam. Dalam sistem taksonomi, ikan ini masuk dalam Famili Molidae, Ordo Tetraondoniformes (ordo yang sama dengan ikan buntal (boxfish). Ukuran rata-rata ikan ini sekitar 1.8 meter, dan ukuran terbesar yang pernah ditemukan sekitar 3.4 meter.

Read the rest of this entry

Mengapa Kita Perlu Mengkonservasi Ikan ?


Mengapa kita perlu mengkonservasi ikan ?

Ikan ZebraKonservasi mengacu kepada pengertian pengelolaan sumber daya ikan oleh manusia, yang bertujuan agar sumberdaya memiliki manfaat lestari tertinggi bagi generasi sekarang dan berikutnya (Hanson dan Manuel, 1987).

Upaya konservasi sumberdaya perikanan merupakan usaha pemanfatan potensi sumberdaya secara optimal dan terus menerus dengan memperhatikan faktor kelestarian potensi sumber daya yang ada. Keberadaan sumberdaya perikanan memberikan lahan mata pencaharian pokok bagi penduduk setempat terutama untuk menangkap ikan, sehingga keterikatan penduduk terhadap sumberdaya ikan sangat erat. lanjutkan

Distribusi dan Habitat Kepiting Kelapa (Birgus latro) di Dunia


Distribusi dan Habitat Kepiting Kelapa (Birgus latro

Birgus latroKepiting kelapa pertama kali ditemukan oleh Rumphius pada tahun 1705, namun sebenarnya telah diketahui oleh orang-orang eropa sejak perjalanan eksplorasi William Dampier sekitar tahun 1688.   Literatur-literatur yang ditulis oleh para ahli biologi yang mengunjungi pulau-pulau di sekitar Samudera Hindia dan Pasifik pada awalnya lebih banyak menginformasikan mengenai kemampuan kepiting ini dalam membuka dan memindahkan kelapa dari pohonnya.  Baru setelah tahun-tahun berikutnya penelitian yang lebih mendalam terhadap pengenalan akan siklus hidup, tingkah laku, reproduksi, fisiologi dan anatominya dilakukan

Read the rest of this entry

EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI KONSERVASI LAUT DALAM SUSTAINABILITY SUMBERDAYA KELAUTAN


Pengertian konservasi menurut Undang-undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya adalah pengelolaan sumber daya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya. Konservasi dilakukan melalui kegiatan perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya, dan melalui pemanfaatn secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.

melalui EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI KONSERVASI LAUT DALAM SUSTAINABILITY SUMBERDAYA KELAUTAN.

PRODUKTIVITAS SEKUNDER


Pengertian

Produktivitas sekunder adalah semua hewan yang memakan produktivitas primer seperti zooplankton, larvaikan, herbivora, dan ubur-ubur.

Zooplankton.

Zooplankton disebut juga plankton hewani yang hidupnya mengapung, atau melayang dalam air. Kemampuan sangat terbatas hingga kerberadaannya sangat dipengaruhi oleh arah arus. Zooplankton bersifat heterotrofik karena tidak dapat memproduksi sendiri bahan organik dari bahan anorganik. Oleh karena itu, untuk kelangsungan hidupnya mereka sangat tergantung pada bahan organik dari fitoplankton yang menjadi makanannya. Jadi zooplankton berfungsi sebagai konsumen bahan organik.

Kelompok zooplankton yang paling umum ditemukan antara lain Kopepoda, Rotifera, Cladocera, amphipod, kaetognat, dan misid.

Read the rest of this entry

Klasifikasi dan Morfologi Kepiting Kelapa (Birgus latro)


Klasifikasi Birgus latro

kepiting kenari (Birgus latro)Kepiting kelapa atau B. latro termasuk ke dalam Kelas Krustase, Filum Arthropoda darat yang terbesar di dunia (Altevogt, R dan Davis, T.A., 1975). Penduduk Kepulauan Maluku menyebutnya Kepiting Kenari. Kepiting ini dikenal karena kemampuannya mengupas buah kelapa dengan capitnya yang kuat untuk memakan isinya. Dia satu-satunya spesies dari Genus Birgus. lanjutkan membaca

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.